Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Cara Memilih baju hamil

Cara Memilih baju hamil

by Belajar Berbagi
Cara Tepat Memilih baju hamil Bagi Anda para ibu hamil, biasanya fashion yang disediakan bagi Anda selama ini adalah model baju yang kuno yang penting menjaga keselamatan dan kesehatan. Tahun ini kita sudah memasuki tahun 2013. Sudah waktunya Sekarang kita rubah paradigma itu, bahwa saat hamil pun ibu ibu hamil bisa memakai pakaian yang masih [...]
Baca tulisan ini lebih lanjut

Contoh Daftar Istilah dalam bidang Kesehatan

Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis. Alveolus (tunggal, jamak alveoli) adalh kantung-kantung sangat kecil dan berdinding sangat tipis yang terdapat pada paru-paru dan berfungsi untuk pertukaran gas pernafasan. Anaerabik adalah olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : [...]

Kado untuk Pria

Kado untuk Pria (cowok, suami, ayah)  Berikut adalah contoh kado yang bisa diberikan untuk Pria :  Kemeja kerja  Kemeja  non formal  Celana kain pendek  Celena panjang  Celana jeans  Pakaian dalam  Pakaian senam, olahraga kesehatan  Jaket,  Jas  Sweater  Dasi  Jam  Dompet,  Kosmetik pria  [...]

Tahap-tahap perkembangan manusia


No.

Tahap Perkembangan

Ciri-Ciri

1.

Balita

- Mulai mengenal lingkungan.
- Membutuhkan perhatian khusus dari orang tua.
- Senang bermain.
- Bersifat kekanak-kanakan (manja).
- Cenderung keras kepala.
- Suka menolak perintah.
- Membutuhkan zat gizi yang banyak.
- Hormon pertumbuhan dihasilkan secara meningkat.

2.

Kanak-kanak

- Gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh.
- Pertumbuhan jiwanya relatif stabil.
- Daya ingat kuat, mematuhi segala perintah gurunya.
- Mudah menghafal tetapi juga mudah melupakan.
- Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat menerima pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.
3.

Remaja

- Mulai memperhatikan penampilan.
- Mudah cemas dan bingung bila adanya perubahan psikis.
- Tidak mau dibatasi aktivitasnya.
- Mulai memilih teman yang cocok.
- Tidak mau diperlakukan seperti anak kecil.
- Selalu ingin mencoba hal-hal baru.
- Senang meniru idola atau berkhayal.
- Mulai bersikap kritis.
- Mulai ada perubahan bentuk fisik.
- Mulai menghasilkan hormon reproduksi.
- Alat kelamin mulai berkembang.
- Hormon pertumbuhan masih terus dihasilkan.

4.

Dewasa

- Daya pikir cepat.
(18–60 tahun) - Bersikap kritis.
- Sudah memiliki pendirian yang tetap.
- Sudah menetapkan lingkungan yang dianggap cocok.
- Sudah dapat memilih pasangan hidup yang dianggap cocok.
- Organ reproduksi sudah matang dan sempurna.
- Hormon pertumbuhan sudah tidak dihasilkan lagi.

5.  

Manula


- Daya pikir lambat.
- Terkadang mudah tersinggung.
- Pendirian dan pemikirannya sudah tetap.
- Terkadang bersifat kekanak-kanakan.
- Rambut putih.
- Kulit keriput.
- Gigi mulai tanggal dan menjadi ompong.
- Mata mulai rabun.
- Wanita mengalami masa menopause.



- Suwur - Tenda Suwur - OmaSae - JayaSteel - Global Mulia Perkasa - Grosir Sandal - Pagar Omasae - Kuliner Suwur - 

dari buku sekolah

KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA -KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

DI KECAMATAN POIGAR, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA, TAHUN 2002-2003

I.  PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan laporan W1 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow, Propinsi Sulawesi Utara pada tanggal 16 Januari 2003, bahwa telah terjadi KLB (kejadian luar biasa) chikungunya di Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada minggu ke-3 dan ke-4 tahun 2003 dengan jumlah penderita sebanyak 167 orang tanpa kematian.
Kejadian luar biasa tersebut merupakan yang pertama kalinya di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan gejala utama: panas, nyeri sendi, demam, sakit kepala dan Bercak merah di kulit. Kasus yang dilaporkan sebagai indeks/kasus pertama adalah seorang wanita berumur 66 tahun yang bertempat tinggal di Dusun III, Desa Tiberias, Kecamatan Poigar pada tanggal 2 Desember 2003. Tidak ada riwayat bepergian ke daerah lain sebelum sakit. Dua hari kemudian seluruh (2) anggota keluarga penderita juga menderita penyakit yang sama. Sejak itu jumlah kasus meningkat secara progresif di Desa Tiberias sebelum menyebar ke 9 desa lainnya di Kecamatan Poigar.
Pada tanggal 7-15 Februari 2003 dilakukan penyelidikan KLB oleh tim yang terdiri dari Subdit Arbovirosis dan Surveilens, Ditjen PPM & PL, Balitbangkes Depkes RI, NAMRU 2, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow, Puskesmas Poigar dan Kepala/petugas kantor desa setempat.
Hingga tanggal 10 Februari jumlah penderita yang dilaporkan mencapai 803 orang tanpa kematian, tersebar di 10 desa (71,4%) dari seluruh desa (14) yang ada di Kecamatan Poigar dan meliputi 29 dusun.
Ket. :
*) Depkes Pusat
**) NAMRU-2
***) Propinsi Sulsel
JUMLAH KORBAN DEMAM BERDARAH BERTAMBAH
Kesehatan
JUMLAH KORBAN DEMAM BERDARAH MENJADI 175 TEWAS
Kamis, 19 Februari, 2004 1:42:44 PM
Jakarta, 19/2 (ANTARA) - Jumlah korban meninggal dunia akibat deman berdarah dengue (DBD) di Indonesia terus meningkat, dan jumlah korban tewas mulai Januari hingga Kamis 19 Pebruari 2004 telah mencapi 175 orang dari 8.735 kasus demam berdarah yang terjadi.
~Angka itu merupakan peningkatan tajam karena sehari sebelumnya jumlah korban tewas 161 orang dari 8.135 kasus di 12 provinsi,~ kata Menkeh Achmad Sujudi ketika mengunjungi RS Budi Asih Jakarta, Kamis. 
Tambahan korban meninggal itu terjadi di provinsi DKI Jakarta, Riau, dan Sumut, sementara daerah yang terkena DBD masih berjumlah 12 provinsi.
Berita Selengkapnya
Korban Meninggal Demam Berdarah di NTB Bertambah
Nusa Tenggara Barat
Korban Meninggal Demam Berdarah di NTB Bertambah
24 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Mataram: Korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi empat orang, sementara 199 pasien masih dalam perawatan. Korban terakhir meninggal adalah Ander Ramadan, 5 tahun dan Zudan, 15 tahun -keduanya warga Kabupaten Bima, menyusul Kadek Oca, 3,5 tahun -warga Kota Mataram- dan Ahmad Yandi, 10 tahun -warga Keruak, Kabupaten Lombok Timur.
Daerah yang terbesar warganya terserang DB yaitu Kota Bima (59 orang), Kabupaten Bima (56 orang), Kota Mataram (46 orang), Kabupaten Lombok Timur (26 orang), Kabupaten Lombok Barat (26 orang) dan Kabupaten Lombok Tengah (3 orang). Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan, sebagian besar warga terserang DBD tinggal di kampung-kampung dengan model rumah panggung yang banyak ditemukan di daerah Bima, Sumbawa, Dompu dan sebagian di Kabupaten Lombok Timur.
~Kita belum bisa melakukan pengasapan secara massal, masih per daerah yang diindikasikan banyak nyamuknya,~ kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dokter Mas Irwan Singagerda, di kantornya, Selasa (24/2) siang. Tidak meratanya pengasapan terjadi lantaran terbatasnya dana yang digunakan untuk bahan baku dan biaya produksi.
Bahkan, Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram mengaku, anggaran dana Rp. 3 miliar untuk pasien miskin atau Program Kompensasi Pengganti Subsidi-BBM (PKPS-BBM) 2003, sudah habis. Sementara, dana PKPS-BBM 2004 belum turun. Sebagai alternatif, RSU Mataram menunggu dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2004 Provinsi NTB sebesar Rp. 400 juta. Ternyata, dana itu pun belum turun. Akhirnya sistem rembers -diklaim kemudian hari- pun ditempuh, terutama bagi pasien miskin. ~Sambil menunggu dana dari pemerintah pusat turun -biaanya bulan Juli- kita menunggu dana dari Pemprov NTB juga,~ kata Wakil Direktur Pelayanan RSU Mataram, dokter Wawang Orijanto.
Sujatmiko - Tempo News Room
12 Provinsi Masuk Kategori KLB Demam Bardarah
23 Pebruari 2004


.

: Pengendalian Diri Secara Optimal

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah SAW. "Bukanlah shaum itu semata-mata menahan lapar dan dahaga (pada siang hari), tetapi shaum itu sesungguhnya menahan diri dari ucapan dan perbuatan kotor dan merusak. Jika seseorang tiba-tiba mencelamu atau memarahimu (padahal engkau sedang berpuasa), katakanlah kepadanya, 'Saya sedang berpuasa.'"

Sungguh luar biasa taujih (arahan) Rasul SAW tersebut. Nasihat di atas mengingatkan kita untuk memaknai hakikat ibadah shaum (puasa) selama ini. Shaum adalah imsak atau pengendalian diri yang sesungguhnya. Pengendalian diri untuk tidak makan, tidak minum, serta tidak mengumbar hawa nafsu melalui ucapan, pendengaran dan penglihatan, apalagi melalui pikiran.

Shaum adalah upaya pengendalian diri yang optimal. Jika seseorang mampu melaksanakannya, pasti ia termasuk orang-orang yang akan meraih kesuksesan dan keselamatan. Betapa tidak, secara empiris kita melihat orang yang berhasil dalam hidupnya, mereka adalah orang-orang yang mampu mengendalikan diri dalam menyikapi dan merespons segala sesuatu dengan baik. Orang yang mampu mengendalikan diri pasti tidak akan menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu yang diinginkannya, seperti jabatan dan harta.

Sebaliknya, orang yang tidak mampu mengendalikan diri pasti akan berbuat sesukanya. Ia tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatannya. Ada kalanya melakukan pembohongan kepada publik atau menggunakan uang untuk meraih jabatan dan kedudukan (money politic). Itulah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak pernah berpuasa dengan menghayati makna dan hakikatnya.

Berbagai masalah yang menimpa bangsa kita saat ini, seperti ekonomi, pendidikan, budaya, politik, dan bahkan akhlak, disebabkan ketidakmampuan kita dalam mengendalikan diri. Jadi, hal tersebut membiarkan hawa nafsu sebagai panglima kehidupan dan merendahkan fungsi serta peran hati nurani dan akal yang sehat.

Karena itu, mari kita jalani ibadah puasa dengan berusaha memuasakan seluruh anggota tubuh agar hakikat puasa, yaitu pengendalian diri, dapat kita raih dengan sebaik-baiknya. Wallahu a'lam.

Imunisasi -Jenis-jenis Imunisasi -Tujuan Program Imunisasi

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal. Anak
diimunisasi, berarti diberikan vaksin untuk merangsang timbulnya
kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu sesuai dengan jenis
vaksin yang diberikan. Oleh karena itu, seseorang yang
divaksinasi kebal terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal
terhadap penyakit yang lain.

Kekebalan terhadap suatu penyakit menular dapat digolongkan
menjadi 2, yakni:

1. Kekebalan tidak spesifik (Non Specific Resistance). Yang
dimaksud dengan faktor-faktor non khusus adalah pertahanan
tubuh pada manusia yang secara alamiah dapat melindungi
badan dari suatu penyakit. Misalnya kulit, air mata, cairancairan
khusus yang keluar dari perut (usus), adanya refleksrefleks
tertentu, misalnya batuk, bersin dan sebagainya.

2. Kekebalan Spesifik (Specific Resistance). Kekebalan spesifik
dapat diperoleh dari 2 sumber, yakni:
(1) Genetik, kekebalan
yang berasal dari sumber genetik ini biasanya berhubungan
dengan ras (warna kulit dan kelompok-kelompok etnis,
misalnya orang kulit hitam (negro) cenderung lebih resisten
terhadap penyakit malaria jenis vivax. Contoh lain, orang yang
mempunyai hemoglobin S lebih resisten terhadap penyakit
plasmodium falciparum daripada orang yang mempunyai
hemoglobin AA.
(2) Kekebalan yang Diperoleh (Acquired
Immunity) yaitu kekebalan ini diperoleh dari luar tubuh anak
atau orang yang bersangkutan. Kekebalan dapat bersifat aktif
dan dapat bersifat pasif. Kekebalan aktif dapat diperoleh
setelah orang sembuh dari penyakit tertentu. Misalnya anak
yang telah sembuh dari penyakit campak, ia akan kebal
terhadap penyakit campak. Kekebalan aktif juga dapat
diperoleh melalui imunisasi yang berarti ke dalam tubuhnya
dimasukkan organisme patogen (bibit) penyakit. Kekebalan
pasif diperoleh dari ibunya melalui plasenta. Ibu yang telah
memperoleh kekebalan terhadap penyakit tertentu misalnya
campak, malaria dan tetanus maka anaknya (bayi) akan
memperoleh kekebalan terhadap penyakit tersebut untuk
beberapa bulan pertama. Kekebalan pasif juga dapat diperoleh
melalui serum antibodi dari manusia atau binatang. Kekebalan
pasif ini hanya bersifat sementara (dalam waktu pendek saja).

Jenis-jenis Imunisasi
Pada dasarnya ada 2 jenis imunisasi, yaitu:
1. Imunisasi pasif (Pasive Immunization). Imunisasi pasif ini
adalah immuno-globulin. Jenis imunisasi ini dapat mencegah
penyakit campak (measles pada anak-anak).
2. Imunisasi aktif (Active Immunization). Imunisasi yang
diberikan pada anak adalah: BCG untuk mencegah penyakit
TBC. DPT untuk mencegah penyakit-penyakit difteri,
pertusis, dan tetanus. Polio untuk mencegah penyakit
poliomielitis. Campak untuk mencegah penyakit campak
(measles).
Imunisasi pada ibu hamil dan calon pengantin adalah imunisasi
tetanus toksoid. Imunisasi ini untuk mencegah terjadinya tetanus
pada bayi yang dilahirkan.

Tujuan Program Imunisasi
Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi. Pada saat ini, penyakit-penyakit tersebut
adalah disentri, tetanus, batuk rejan (pertusis), campak
(measles), polio dan tuberkulosa.

Ruang Terbuka

DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN POHON-POHON BESAR PERLU LEBIH DIPELIHARA DAN DIPERHATIKAN. KARENA SUNGAI ADALAH RUANG TERBUKA SEBAGAI SALURAN AIR YANG SANGAT BERPENGARUH DALAM PENANGGULANGAN BANJIR. BILA SUNGAI INI DAPAT DIKELOLAH DENGAN BAIK, DAPAT MENJADI TEMPAT PENGHIJAUAN. SEDANGKAN POHON BESAR, YANG JIKA KITA MENANAMNYA PERLU WAKTU YANG LAMA HINGGA IA DAPAT MEMBERIKAN KETEDUHAN DAN KEINDAHAN. UNTUK ITU POHON YANG SUDAH BESAR INI SELAYAKNYA UNTUK DIPERTAHANKAN. RAMBU-RAMBU LALU LINTAS BANYAK TERDAPAT DI PEREMPATAN JALAN. IKLAN BANYAK TERPASANG DI JALUR HIJAU, TEPI JALAN DAN DI BANGUNAN YANG GUNAKAN UNTUK PERDAGANGAN DAN JASA. PEMASANGAN IKLAN INI SEBAGIAN ADA YANG MASUK KE BADAN JALAN. GANGGUAN AKAN ADANYA IKLAN JUGA TERDAPAT PADA PEMASANGAN YANG SALING TUMPANG TINDIH, ADA IKLAN YANG MENGHALANGI IKLAN YANG LAIN. MASIH ADA KENDARAAN YANG PARKIR DI BADAN JALAN, SEHINGGA MENGURANGI LEBAR JALAN YANG MENGAKIBATKAN KEMACETAN LALU LINTAS. LAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PERDAGANGAN DAN JASA JUGA MASIH BANYAK YANG TIDAK MEMILIKI LAHAN PARKIR, BAHKAN ADA YANG TIDAK SESUAI DENGAN KDB YANG DITENTUKAN. HAL TERSEBUT SEHARUSNYA SEGERA DITERTIBKAN, DEMI KELANCARAN SETIAP PENGGUNA JALAN. DARI PERBANDINGAN ANTARA EKSISTING DAN KEBIJAKAN, PADA DELAPAN ELEMEN FISIK PEMBENTUK KOTA TEORI HAMID SHIRVANI, TERLIHAT LEBIH BANYAK YANG TIDAK SESUAI. PADA BEBERAPA ELEMEN YANG SESUAI PUN MASIH TERDAPAT KEKURANGAN PADA BEBERAPA BAGIAN KAWASAN JALAN KUPANG JAYA INI. JADI PADA SEBAGIAN KAWASAN TELAH SESUAI, PADA SISI YANG LAIN BANYAK YANG KURANG SESUAI. PENJELASAN MENGENAI PERBANDINGAN PADA MASING-MASING ELEMEN DIRANGKUM DALAM KOLOM CATATAN. TEMPAT PEMBERHENTIAN ANGKUTAN KOTA, SELAMA INI MASIH MENGGUNAKAN BADAN JALAN. HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN TERJADINYA KEMACETAN LALU LINTAS, UNTUK ITU PERLU ADANYA TEMPAT KHUSUS SEBAGAI SARANA PEMBERHENTIAN DAN PARKIR ANGKUTAN KOTA (MOBIL PENGANGKUTAN UMUM) INI. PADA SAAT KENDARAAN AKAN BERBALIK ARAH, DAN MENGAMBIL TEMPAT BERPUTAR, MAKA KENDARAAN DI BELAKANGNYA IKUT MENGURANGI KECEPATAN. JIKA ADA BEBERAPA KENDARAAN YANG AKAN BERPUTAR MAKA KENDARAAN DI BELAKANGNYA HARUS BERHENTI CUKUP LAMA. HAL INI DAPAT MENGAKIBATKAN KEMACETAN LALU LINTAS. DEMIKIAN JUGA SAAT SETELAH BERPUTAR, KENDARAAN YANG BERLAWANAN ARAH JUGA HARUS MEMBERI KESEMPATAN PADA KENDARAAN YANG BERPUTAR INI LEWAT LEBIH DULU. AGAR ARUS LALU LINTAS LEBIH LANCAR MAKA PERLU ADA PENGOLAHAN KHUSUS PADA TEMPAT BERPUTARNYA KENDARAAN. SAAT MENUNGGU ANGKUTAN YANG LEWAT, CALON PENUMPANG PERLU BERTEDUH DARI PANAS DAN HUJAN. HALTE ANGKUTAN KOTA ATAU TEMPAT TUNGGU INI JUGA SEBAGAI TANDA TEMPAT PEMBERHENTIAN ANGKUTAN KOTA. BAGI PEJALAN KAKI, KEAMANAN DI JALAN RAYA HARUS DIPERHATIKAN. SAAT MENYEBERANG PERLU ADA TEMPAT YANG JELAS SEHINGGA PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR DAPAT LEBIH MEMPERHATIKAN PARA PENYEBERANG JALAN.

Menurunkan Lemak?

Mengapa Menurunkan Lemak Itu Penting ?

Dalam fitness atau kebugaran, sehubungan dengan penampilan fisik tubuh yang lebih baik, pada dasarnya hanya ada 2 tujuan besar, yakni: menurunkan lemak dan meningkatkan otot.

Lalu mengapa menurunkan lemak itu penting? Lemak adalah sumber penyakit dan merupakan biang keladi bagi penyakit mematikan seperti kanker, diabetes, stroke, jantung koroner, dan tekanan darah tinggi. Semua lemak yang disimpan oleh tubuh adalah akibat dari kalori makanan yang masuk melebihi kalori yang keluar lewat aktivitas tubuh.

Lemak tersebut tersimpan di berbagai tempat, ada yang menumpuk pada kantong-kantong lemak di bawah permukaan kulit, ada pula yang menumpuk pada organ-organ penting seperti hati, pankreas, lambung, otak, dan jantung, ada juga yang menumpuk pada pembuluh darah.

Apabila menumpuk di jantung, maka akan menimbulkan serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Apabila menumpuk di bawah permukaan kulit dan pankreas maka akan menimbulkan obesitas, kolesterol tinggi dan diabetes. Apabila menumpuk di hati, maka akan menyebabkan kanker. Apabila menumpuk di pembuluh darah dan otak maka akan menimbulkan stroke dan tekanan darah tinggi.

Jadi konsensus medisnya, semakin rendah kadar lemak yang dimiliki tubuh maka akan semakin baik. Untuk pria, usahakan untuk meraih kadar lemak tubuh antara 10-17%. Untuk wanita, usahakan untuk meraih kadar lemak tubuh antara 17-25%.

SEJARAH CUKA APEL

SEJARAH CUKA APEL

1. Tahun 907, Elie Metchinkoff ilmuan Rusia peraih Nobel menyampaikan Hipotesisnya tentang manfaat fermentasi susu bagi bangsa Bulgaria yang biasa mengkonsumsi susu tersebut, mempunyai dampak umur panjang dan selalu dalam kondisi sehat , sedikit sekali yang terserang penyakit.

2. Abad VII, Literatur Kekaisaran Romawi pernah mencatat bahwa Yulius Caesar mengintruksikan kepada para prajurit Romawi untuk secara teratur mengkonsumsi Cuka Apel untuk menjaga ketahanan tubuh prajuritnya.

3. Abad XVIII, literatur Cuka Apel di Amerika, dimana pertama kali Cuka Apel dibuat di kota Maschuset dan Virginia, tercatat nama Presiden Amerika kedua John Adams sebagai pengkonsumsi teratur cuka apel. Tercatat sampai usia 91 tahun, kesehatan tubuh presiden mampu terjaga sehingga terhindar dari serangan penyakit sampai beliau wafat.

4. Sampai pada awal tahun 1998, Cuka Apel baru ada di pasaran Indonesia dan umumnya diproduksi dari bahan buah apel Red Delicious, Whosington, New Zeland, atau bagi Indonesia sebagai produk impor.

5. Tahun 1998, di Indonesia mulai diproduksi beberapa merk cuka apel dari bahan baku buah apel dari jenis apel yang ditanam dari perkebunan di daerah Malang Jawa Timur

6. Awal tahun 2001, CV. Batu Fresh melakukan uji pembuatan cuka apel dengan bahan baku buah apel Malang dari perkebunan secara organik dan pada pertengahan tahun 2001, produk cuka apel organic merk Biofresh pertama kali dipasarkan ke masyarakat.

Dikutip dari

http://blogdi.wordpress.com/

Postingan Populer