Perkembangan Provinsi di Indonesia

...........

Pada tahun 1945–1949 Indonesia mengalami perkembangan wilayah. Hal ini disebabkan masuknya kembali Belanda untuk menguasai Indonesia.
Berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat. Pada saat itu Indonesia terdiri atas lima belas negara bagian. Republik Indonesia adalah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Pada tahun 1950 kita kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kurun waktu 1950–1966 di Indonesia telah terjadi pemekaran beberapa provinsi sebagai berikut:
1. Pada tahun 1950 Provinsi Sumatra dipecah menjadi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan. Pada tahun ini Yogyakarta mendapatkan status daerah istimewa.
2. Pada tahun 1956 Provinsi Kalimantan dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
3. Pada tahun 1957 Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Pada tahun ini Jakarta mendapatkan status sebagai daerah khusus ibu kota. Selain itu, Aceh menjadi provinsi tersendiri lepas dari Sumatra Utara.
4. Pada tahun 1959 Provinsi Sunda kecil dipecah menjadi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun ini juga dibentuk Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan.
5. Pada tahun 1960 Provinsi Sulawesi dipecah menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Selatan.
6. Pada tahun 1963 PBB menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.
7. Pada tahun 1964 dibentuk Provinsi Lampung dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan. Selain itu, dibentuk pula Provinsi Sulawesi Tengah (pemekaran dari Sulawesi Utara) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Jumlah provinsi di Indonesia bertambah ketika Irian Barat resmi kembali menjadi bagian dari NKRI pada tanggal 19 November 1969 dan menjadi provinsi ke-26. Irian Barat kemudian namanya berubah menjadi Irian Jaya...........

Istilah-istilah dalam bidang Teknik Struktur Bangunan

Gaya tarik – gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.
Gaya tekan – gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).
Geser – keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.
Girder – susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)
Goyangan (Sideways) – fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.
HPS – singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas baja
HVAC – singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan
Joist – susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan. Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.
Kolom – elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial
Komposit – tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural.
Kuat nominal – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai
Kuat perlu – kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini
Kuat rencana – kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan φ
Kuat tarik leleh – kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam MPa
Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC’ ) – kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan MPa.
Las tumpul penetrasi penuh – suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las
Las tumpul penetrasi sebagian – suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;
Lentur – keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen (biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.
Lintel – balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela
LRFD – singkatan dari load and resistance factor design.
Modulus elastisitas – rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut.
Momen – gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang.
Momen puntir – momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang.
Momen kopel – momen pada suatu titik pada gelegar
Mortar – campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras
Plat Komposit – plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.
Pondasi – bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.
Rangka batang ruang – struktur rangka batang yang berbentuk tiga dimensional, membentuk ruang
Rangka kaku – suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser, lentur, dan torsi;...............

......Selengkapnya Istilah-istilah dalam bidang Teknik Struktur Bangunan.....


.
Berikut keterangan tentang Page Rank google dan sistem mesin pencari Google dicopy dari http://www.google.com/corporate/tech.html
Google berdiri sendiri dengan fokusnya untuk mengembangkan “mesin pencarian yang sempurna”, sesuai yang dicanangkan oleh salah seorang pendiri, Larry Page, sebagai sesuatu yang “benar-benar mengerti apa yang Anda maksudkan dan memberikan apa yang memang Anda inginkan”. Karena itu, Google secara gigih terus berinovasi dan tidak menyerah pada keterbatasan model yang ada saat ini. Sebagai hasilnya, Google mengembangkan infrastruktur layanan milik sendiri dan terobosan teknologi PageRank™ yang mengubah cara melakukan pencarian.
Sejak semula, para pengembang Google mengetahui bahwa penyediaan hasil yang tercepat dan paling akurat memerlukan bentuk penyiapan server yang berbeda. Sementara kebanyakan mesin pencari menjalankan beberapa server besar yang sering melambat di saat beban maksimum, Google menggunakan PC yang tersambung untuk cepat menemukan jawaban pertanyaan. Inovasi ini berhasil mewujudkan waktu respons yang lebih cepat, jangkauan yang lebih luas, dan biaya yang lebih rendah. Ide ini telah ditiru oleh pihak lain, sementara Google terus menyempurnakan teknologi pendukungnya untuk membuatnya jauh lebih efisien.
Perangkat lunak di balik teknologi pencarian Google menjalankan serangkaian kalkulasi secara serempak yang hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik. Mesin pencarian tradisional sangat mengandalkan pada seberapa sering suatu kata muncul di halaman web. Google menggunakan PageRank™ untuk menguji seluruh struktur link di web dan menentukan halaman manakah yang paling penting. PageRank kemudian menjalankan analisis pencocokan hypertext untuk menentukan halaman mana yang relevan dengan pencarian khusus yang diminta. Dengan menggabungkan seluruh kepentingan dan relevansi khusus pertanyaan, Google mampu menempatkan hasil paling relevan dan dapat dipercaya di baris paling atas.
  • Teknologi PageRank: PageRank mengukur kepentingan halaman web yang objektif dengan memecahkan persamaan lebih dari 500 juta variabel dan 2 miliar istilah. Alih-alih menghitung link langsung, PageRank menafsirkan sebuah link dari Halaman A ke Halaman B sebagai pilihan untuk Halaman B melalui Halaman A. Kemudian PageRank menilai pentingnya halaman melalui jumlah pilihan yang diterima.
    PageRank juga mempertimbangkan pentingnya setiap halaman yang menentukan pilihan, selama pilihan dari beberapa halaman dianggap memiliki nilai yang lebih penting, sehingga halaman terkait memiliki nilai yang jauh lebih bermakna. Halaman yang penting akan menerima nilai PageRank yang lebih tinggi dan akan muncul di bagian paling atas pada hasil pencarian. Teknologi Google menggunakan inteligensi kolektif dari web untuk menentukan kepentingan halaman. Tidak ada keterlibatan atau manipulasi manusia untuk hasil pencariannya, dan itulah sebabnya pengguna sampai mempercayai Google sebagai sumber informasi yang objektif dan tidak terganggu oleh penempatan yang dibayar.
  • Analisis Pencocokan Hypertext:Mesin pencarian Google juga menganalisis konten halaman. Namun, daripada hanya sekadar membaca sepintas teks berdasarkan halaman (yang dapat dimanipulasi oleh penerbit situs melalui meta-tag), teknologi Google menganalisis keseluruhan konten halaman dan berbagai faktor berupa font, subdivisi, dan lokasi yang sesungguhnya dari setiap kata. Google juga menganalisis konten halaman web di sekitarnya untuk memastikan hasil yang disampaikan adalah yang paling relevan bagi pertanyaan yang diajukan oleh pengguna.
Inovasi Google tidak berhenti pada desktop. Untuk menghadirkan hasil pencarian yang akurat dan cepat bagi pengguna yang mengakses web melalui perangkat portable, Google juga memelopori teknologi pencarian nirkabel pertama untuk penerjemahan sambil menjelajah dari HTML menjadi format yang dioptimalkan untuk WAP, i-mode, J-SKY, dan EZWeb. Kini, Google menyediakan teknologi nirkabel ini pada sejumlah pemimpin pasar, antara lain AT & T Wireless, Sprint PCS, Nextel, Palm, Handspring, dan Vodafone.

Jangka Waktu Pertanyaan Google

Jangka waktu pertanyaan Google biasanya berlangsung kurang dari setengah detik, namun dalam waktu sesingkat itu pula, ada beberapa langkah yang harus dilewati sebelum hasilnya dapat dikirimkan kepada orang yang mencari informasi.

3. 
Hasil pencarian disampaikan kepada pengguna dalam beberapa detik.
1. Server web mengirimkan pertanyaan ke server indeks. Konten di dalam server indeks mirip dengan indeks di bagian belakang sebuah buku - yang menyebutkan di halaman mana letak dari kata-kata yang cocok dengan pertanyaan.
2. Pertanyaan berjalan menuju server dokumen, yang sebenarnya adalah pengambilan dokumen yang tersimpan. Snippet dihasilkan untuk menggambarkan setiap hasil pencarian.