Amanah

Amanah

Oleh Encep Dulwahab

Abi Dzar bertanya kepada Rasulullah, ''Wahai Rasulullah, maukah engkau mengangkat aku jadi pegawai?'' Lalu Rasulullah SAW menepukkan tangannya ke atas kedua bahuku, kemudian bersabda, ''Wahai Abu Dzar, engkau orang yang lemah, sedangkan tugas itu adalah amanah dan kelak pada hari kiamat akan merupakan penyesalan dan kesedihan, kecuali hanya orang-orang yang berhak menerimanya dan menunaikan amanah itu dengan semestinya.'' (HR Muslim).

Amanah merupakan refleksi dari akhlak mulia, dan merupakan pakaian sehari-hari orang beriman. Setiap orang yang amanah menjadikan dirinya tenang dan membuat orang lain aman dan nyaman bila berurusan dengannya.Demikian pula setiap pemimpin yang amanah, akan membawa masyarakatnya kepada jalan yang baik dan benar. Dengan demikian, amanah juga merupakan sesuatu yang disanggupi untuk dilaksanakan.

Ali bin Ibrahim ketika menafsirkan makna amanah, dia berkata, amanah itu adalah <I>imamah , perintah, dan larangan. ''Dan karenanya, laksanakanlah amanah dengan sebaik-baiknya,'' demikian pesan Ali.''Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.'' (QS An Nahl [16] : 91).

Kata amanah, memiliki kedekatan makna dengan kata  amana . Bila  amana berarti beriman, percaya, lawannya adalah kafir (menolak, membangkang). Sedangkan amanah bermakna  wadi' (titipan), dengan lawan katanya adalah khianat.

Dengan demikian, amanah adalah melaksanakan semua ketentuan, baik itu perintah dan larangan, sesuai ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Tegasnya, menunaikan amanah merupakan kata kunci dalam memahami fungsi dan misi manusia di muka bumi.

Pada saat banyaknya bencana melanda negeri ini, para wakil rakyat telah memanjatkan sumpah jabatan untuk masa lima tahun yang akan datang. Begitu pula presiden beserta jajaran menterinya, pun akan mengambil sumpah setia dalam mengemban amanah rakyat dan Allah SWT.Di atas kitab suci, sesuai dengan agama yang dianutnya, mereka berjanji akan benar-benar membawa hati nurani rakyat, dan menunaikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Semoga saja para pemimpin negeri ini adalah orang-orang pilihan yang berhak menerima amanah (QS An-Nisaa [4]: 58), dan tentunya, para pemegang amanah itu tidak mengkhianati amanah.Bila saja setiap amanah disia-siakan ( idza dhi'atil amanah ) dan tidak lagi dijaga sesuai syariat-Nya, maka tunggulah kehancurannya ( fantadziris sa'ah ). Rasulullah SWT menerangkan bahwa amanah itu dapat mendatangkan rezeki, sedangkan khianat mendatangkan kemiskinan (HR Dailami)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar